JURNAL REFLEKSI MINGGUAN MODEL 8: MODEL DRISCOLL

 


Semangat Pagi,,
Jurnal refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis. Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan praktik yang sudah berlangsung.

Salah satu Jurnal Refleksi yang akan saya bahas pada postingan kali ini adalah Model Driscoll. Apa itu model Driscoll? Dan bagaimana contoh penggunaan model tersebut dalam jurnal refleksi mingguan? Untuk mengetahui semua itu mari kita akan bahas satu persatu.
 
Model ini diadaptasi dari refleksi yang digunakan pada praktik klinis (Driscoll & Teh, 2001). Model yang dikenal dengan Model “What?” ini pada dasarnya terdiri dari 3 bagian, namun dapat dikembangkan dengan berbagai variasi bergantung pada pertanyaan detail yang dipilih. 

WHAT? (Deskripsi dari peristiwa yang terjadi)
  1. Apa yang terjadi? 
  2. Apa yang saya lihat/dengar/alami?  
  3. Apa reaksi saya pada saat itu?  
  4. Apa yang orang lain lakukan pada saat peristiwa itu terjadi?
SO WHAT? (Analisis dari peristiwa yang terjadi)
  1. Bagaimana perasaan saya pada saat peristiwa itu terjadi? 
  2. Apakah yang saya rasakan sama/berbeda dengan orang yang mengalami kejadian yang sama?  
  3. Apakah saya masih merasakan perasaan/dampak yang sama jika dibandingkan dengan perasaan/dampak langsung setelah peristiwa?  
  4. Kecenderungan apa yang saya amati dari diri saya ketika menghadapi peristiwa serupa? 
  5. Mengapa saya bisa memiliki kecenderungan tersebut? \
  6. Setelah mengalami peristiwa tersebut, apa hal yang berubah dari pendapat, pemikiran, atau apapun yang Anda yakini sebelumnya?
NOW WHAT? (Tindak lanjut dari peristiwa yang terjadi)
  1. Apakah kejadiannya akan berbeda jika pada saat itu saya mengambil langkah yang berbeda? 
  2. Di mana saya bisa mendapatkan informasi tambahan agar bisa siap ketika menghadapi peristiwa serupa di masa depan?  
  3. Dukungan apa yang saya butuhkan agar bisa menindaklanjuti refleksi saya?  
  4. Bagian mana yang sebaiknya saya kerjakan lebih dulu?  
  5. Setelah Anda melakukan pembelajaran ini, apa hal baru yang ingin Anda bagikan kepada rekan atau lingkungan Anda? 
Berikut saya akan bagikan contoh penggunaan model Driscoll dalam penggunaan jurnal refleksi mingguan yang telah saya buat. (Dalam proses)
 
Demikianlah contoh penggunaan model Segitiga Refleksi dalam jurnal refleksi mingguan, semoga dapat menjadi refrensi bagi bapak/ibu CGP di dalam pembuatan jurnal refleksi mingguan.
Salam Guru Penggerak
Yudi Candra Saya adalah seorang guru Sekolah Dasar yang ingin berbagi informasi sekaligus menambah informasi saya mengenai pendidikan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "JURNAL REFLEKSI MINGGUAN MODEL 8: MODEL DRISCOLL"

Post a Comment

link 5 baris

atas 2

Iklan Tengah Artikel (5 baris)

bawah